Kenali 3 Lapisan Cahaya dalam Rumah

Belum banyak orang yang tahu kalau cahaya terdiri dari beberapa lapisan. Padahal menurut Philips Lighting, pengetahuan tentang lapisan cahaya ini akan sangat membantu saat mereka ingin menciptakan ruangan dengan pencahayaan yang nyaman. Bukan hanya itu, pengenalan lapisan cahaya juga bisa membantu Anda memberi sentuhan estetis pada ruangan.

Philips/Philips Lighting

Philips/Philips Lighting

Lapisan pertama

Ini adalah pencahayaan umum yang memberi penerangan menyeluruh ke ruangan. Lapisan pertama merupakan pencahayaan dasar untuk ruang keseluruhan berupa pantulan dari plafon dan bayangan lembut pada wajah manusia. Cahaya biasanya datang dari titik tengah atau yang tersembunyi di plafon.

Idealnya, satu lampu pada tiap 20 hingga 25 meter persegi. Pencahayaan ini termasuk cahaya yang digunakan sehari-hari, yang tak langsung, pada lampu meja dan plafon.

Lapisan kedua

Lapisan kedua merupakan pencahayaan khusus yang penerangannya antara mata dan tempat bekerja. Cocok untuk mendukung aktivitas memasak, mengunduh internet atau membaca buku. Cahaya bisa keluar dari atas meja atau lepasan. Misalnya saja, lampu meja.

Penting bagi Anda untuk memerhatikan posisi lampu agar tidak menyilaukan atau menimbulkan bayangan. Pastikan area sekitar tempat Anda beraktivitas mendapatkan satu sampai tiga titik yang terang yang menjadi titik fokus karena cahaya yang kontras akan mengganggu mata.

Lapisan ketiga

Lapisan ketiga adalah pencahayaan aksen yang dapat menonjolkan objek atau berada dalam ruangan seperti tanaman, karya seni, dan elemen arsitektural yang unik. Cahaya tersebut dapat menciptakan keindahan tanpa memunculkan lampunya.

Biasanya, lampu memancarkan cahaya lima kali lebih terang daripada cahaya untuk membangun suasana ruang. Kunci pencahayaan akses adalah kehalusannya. Pencahayaan aksen terbaik jika objek yang disinarinya dapat menjadi daya tarik yang menonjol.